Dago Elos melawan Polisi Versi Republika

 Kasus Dago Elos Kolusi mafia tanah saling gugat namun di bilang gugatan sehingga membuat  informasi kacau : Daftar Isi Kasus Kampung Cirapuhan , Daftar Isi  mengungkap fakta Kasus Dago Elos , Kasus Dago Elos , fakta kasus Dago elos , Daftar Isi Kasus Kampung Cirapuhan , Kampung Cirapuhan , Dago elos , Daftar Isi Kasus Dago Elos , kampung cirapuhan. Cek juga alar masalah kasus Dago Elos melawan Polisi , Dago Elos melawan Polisi Versi Republika  , cek juga Dago Elos melawan Polisi Versi Kampung cirapuhan dan atau versi masyarakat adat , Dago Elos melawan Polisi , Versi Republika . versi Kampung Cirapuhan

Kesimpulan analis Konflik Dago Elod hanya Modus Mafia Tanah Saling Gugat 
https://wargakampungcirapuhan.blogspot.com/2025/08/analisa-modus-mafia-tanah-saling-gugat.html

Sejumlah jurnalis yang meliput bentrok antara warga dan aparat yang terjadi di Dago Elos terluka.


Sejumlah jurnalis bersama pers mahasiswa dan aktivis melakukan aksi bersama di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (31/8/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Dalam aksi yang digelar oleh PFI Bandung, AJI Bandung, FDWB dan WFB tersebut mereka mengecam tindakan kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap dua jurnalis. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Dua jurnalis yang meliput bentrok antara warga dan aparat yang terjadi di Dago Elos, Bandung pada Senin, (14/08/2023) lalu. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
setidaknya 4 orang warga sekitar menjadi korban luka-luka dalam proses pembubaran yang dilakukan oleh tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Konflik lahan Dago Elos ini berawal ketika sebuah keluarga bernama Keluarga Muller mengklaim sepetak tanah di daerah Dago Elos seluas 6,3 hektar | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Selama lebih dari 50 tahun, tanah tersebut ditelantarkan tanpa ada kejelasan. Hal ini pun membuat warga sekitar Dago Elos memanfaatkan tanah ini. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah jurnalis bersama pers mahasiswa dan aktivis melakukan aksi bersama di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (31/8/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Sejumlah jurnalis yang meliput bentrok antara warga dan aparat yang terjadi di Dago Elos terluka.

BANDUNG -- Sejumlah jurnalis bersama pers mahasiswa dan aktivis melakukan aksi bersama di Taman Vanda, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Kamis (31/8/2023).

Dalam aksi yang digelar oleh PFI Bandung, AJI Bandung, FDWB dan WFB tersebut mereka mengecam tindakan kekerasan oleh oknum aparat kepolisian terhadap dua jurnalis yang sedang meliput peristiwa kericuhan Dago Elos.

Selain itu, mereka mendesak kepolisian dan institusi negara lain untuk menghormati profesi jurnalis, serta menuntut penjaminan kebebasan berekspresi bagi warga sipil.

Sejumlah jurnalis yang meliput bentrok antara warga dan aparat yang terjadi di Dago Elos, Bandung pada Senin, (14/08/2023) lalu mengalami kekerasan dari aparat.

Aksi pembubaran demo warga itu setidaknya 4 orang warga sekitar menjadi korban luka-luka dalam proses pembubaran yang dilakukan oleh tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jawa Barat.

Kasus ini berawal ketika sebuah keluarga bernama Keluarga Muller mendadak mengklaim sepetak tanah di daerah Dago Elos seluas 6,3 hektar merupakan warisan dari kakek mereka, George Hendrik Muller.

Selama lebih dari 50 tahun, tanah tersebut ditelantarkan tanpa ada kejelasan. Hal ini pun membuat warga sekitar Dago Elos memanfaatkan tanah ini sebagai tempat tinggal dan menjadi sumber penghasilan mereka. 

Namun pada tahun 2016, anggota keluarga Muller bersama sebuah perusahaan properti menggugat warga di daerah Dago Elos  ke Pengadilan Negeri Bandung atas kepemilikan tanah tersebut. Pada 2017,  Majelis Hakim PN Bandung pun akhirnya mengabulkan permohonan.

membahas konflik lahan di Dago Elos, Bandung, yang melibatkan warga, aparat kepolisian, dan klaim kepemilikan oleh keluarga Muller. Berikut ringkasan poin pentingnya:


🔍 Inti Konflik Dago Elos

- Latar belakang: Keluarga Muller mengklaim tanah seluas 6,3 hektar sebagai warisan, meski telah ditelantarkan selama lebih dari 50 tahun⁽¹⁾.

- Pemanfaatan oleh warga: Warga sekitar memanfaatkan lahan tersebut sebagai tempat tinggal dan sumber penghidupan⁽¹⁾.

- Gugatan hukum: Pada 2016, keluarga Muller bersama perusahaan properti menggugat warga. Gugatan dikabulkan oleh PN Bandung pada 2017⁽¹⁾.


🚨 Bentrok dan Dampaknya

- Aksi pembubaran: Tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar membubarkan demo warga, menyebabkan luka-luka pada setidaknya 4 orang⁽¹⁾.

- Kekerasan terhadap jurnalis: Dua jurnalis yang meliput bentrok mengalami kekerasan dari aparat. Aksi solidaritas dilakukan oleh PFI Bandung, AJI Bandung, dan lainnya untuk mengecam tindakan tersebut⁽¹⁾.


🧠 Analisis Tambahan

- Artikel juga menyebut bahwa konflik ini bisa dilihat sebagai bagian dari modus mafia tanah yang saling menggugat untuk mengacaukan informasi⁽¹⁾.

 periksa juga Dago elos versi kampung cirapuhan : 

Kesimpulan analis Konflik Dago Elod hanya Modus Mafia Tanah Saling Gugat 
https://wargakampungcirapuhan.blogspot.com/2025/08/analisa-modus-mafia-tanah-saling-gugat.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Isi Berita berbagai versi

Sengketa Dago dalam reses DPR

kasus dago elos versi berita LBH th 2018